Latest News :
Selamat Datang di Hobibet.com – Agen SBOBET Terpercaya di Indonesia
Apabila anda membutuhkan bantuan, Hubungi kami melalui Chat service atau media social yang kami sediakan !
Segera lakukan pendaftaran bersama Hobibet.com – Pendaftaran Gratis selamanya !

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Karpatalya keluar sebagai juara Piala Dunia Dunia CONIFA

Karpatalya

Karpatalya menundukkan Siprus Utara 3-2 melalui adu penalti setelah hasil imbang tanpa gol di final untuk merebut gelar Piala Dunia CONIFA 2018 di Enfield pada Sabtu malam.

Pemain Karpatalya merayakan dengan trofi setelah kemenangan atas Siprus Utara di final Piala Dunia Sepak Bola CONIFA di Enfield. Kiper Bela Fejer sang pahlawan dalam adu penalti sukses atas Siprus Utara di final. Bela Fejer adalah pahlawan tembak untuk Karpatalya, membuat tiga penyelamatan yang mengesankan.

Lebih dari 2.500 penggemar memenuhi Stadion Queen Elizabeth II untuk menyaksikan kesimpulan dari turnamen untuk tim internasional yang tidak berafiliasi FIFA, yang telah dimainkan di berbagai tempat di London.

Karpatalya, mewakili minoritas Hungaria yang tinggal di Carpathian Ruthenia – wilayah barat daya Ukraina modern – menghadapi lawan-lawan yang dikenal, tim telah ditarik 1-1 di babak grup.

Laga final ini di pimpin oleh mantan wasit Premier League bernama Mark Clattenburg, adalah pertemuan cerdik, dengan upaya jarak jauh Istvan Sandor yang mencukur mistar gawang peluang terbaik babak pertama.

Setelah istirahat, pertandingan berlanjut dalam nada yang sama sampai Siprus Utara mulai menumpuk tekanan di tahap penutupan, dengan mantan striker St Mirren Billy Mehmet – pahlawan kemenangan semifinal mereka atas Padania pada Kamis – membanting tembakan melawan pos.

Tanpa perpanjangan waktu, penalti diperlukan untuk memutuskan siapa yang akan dinobatkan sebagai juara. Tiga penyelamatan fantastis dari kiper Karpatalya, Bela Fejer memberi mereka keuntungan, meninggalkan Alex Svedjuk untuk mengubur tendangan penalti untuk membuat skor adu penalti 3-2.

Sebelumnya pada hari itu, Padania mengalahkan Szekely Land 5-4 melalui adu penalti setelah hasil imbang tanpa gol lainnya untuk menentukan tempat ketiga play-off. Kedua tim bermain seri 2-2, dan tidak ada sistem perpanjangan waktu sehingga laga harus di tentukan dengan adu penalti untuk mendapatkan pemenangnya.

Penendang terakhir Padania bernama Alex Zirgo menjadi pahlawan kemenangan timnya usai tembakan kerasnya ke arah kiri gawang gagal di bendung oleh kiper Szekely sehingga menang 5-4.

No related content found.